Dinamika Dunia Pendidikan: Siswa dan Guru Saling Lapor, Potret Memprihatinkan Kemerosotan Pendidikan

U Suryana
M. Febi Pirmansyah, Aktivis Pemuda/Koordinator Suara Guru Honorer Lebak / foto: istimewa

Banyak orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan karakter kepada sekolah, tetapi di saat yang sama tidak memberi dukungan moral ketika guru menjalankan fungsi pendidikannya. Hal tersebut menjadi benalu membuat dilema guru dalam menerapkan sistem pendidikan.

Negara pun dituntut hadir tidak hanya melalui regulasi perlindungan anak, tetapi juga melalui perlindungan terhadap guru sebagai ujung tombak pendidikan. Tanpa perlindungan yang adil dan berimbang, guru akan terus berada dalam posisi tertekan dan pendidikan kehilangan arah. Tak jelas langkahnya, tak tentu tujuannya.

Kita harus sudah mulai sadar pemerintah harus hadir, negara mesti peka, orang tua tak boleh jumawa. Mengembalikan Ruh Pendidikan penting dan harus segera dilakukan, Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. 

Diperlukan upaya serius untuk mengembalikan ruh pendidikan sebagai proses humanis dan beradab. Dialog harus diutamakan dibandingkan pelaporan. Pendekatan pembinaan harus lebih dikedepankan daripada penghukuman.

Pemerintah perlu memperjelas batas antara tindakan disiplin yang mendidik dan kekerasan, sehingga guru tidak dikriminalisasi. Sekolah harus memperkuat mekanisme penyelesaian konflik internal, sementara orang tua dituntut untuk kembali aktif menanamkan nilai etika dan tanggung jawab pada anak-anaknya.

Editor : U Suryana

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network