Banjir Kembali Rendam Sawah di Lebak, Ratusan Hektare Terdampak
LEBAK, iNewsLebak.id - Banjir yang kembali melanda Kabupaten Lebak, Banten, berdampak pada sektor pertanian dan mengancam produksi pangan lokal. Ratusan hektare lahan sawah dilaporkan terendam, menyebabkan petani mengalami gagal tanam hingga gagal panen.
Genangan air masih terlihat di Blok Cimenteng, Desa Cisangu, Kecamatan Cibadak, meski hujan telah mereda. Air yang tidak kunjung surut merusak tanaman padi di berbagai fase pertumbuhan.
Padi yang baru ditanam hanyut terbawa arus banjir. Sementara tanaman yang sudah berbuah membusuk karena terlalu lama terendam air.
Petani setempat, Ujang Komarudin, mengatakan banjir terjadi lebih dari satu kali. Kondisi tersebut membuat upaya penyelamatan tanaman tidak membuahkan hasil.
“Sempat surut, tapi air naik lagi dan merusak semua tanaman,” ujar Ujang, Kamis (8/1/2026).
Kepala Desa Cisangu, Doli, menyebut banjir di wilayahnya bukan peristiwa baru. Menurutnya, banjir telah menjadi persoalan tahunan yang terus berulang.
Dari total 115 hektare sawah di Desa Cisangu, sekitar 75 hektare terdampak banjir pada musim tanam kali ini. Dampak tersebut dirasakan langsung oleh petani yang menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian.
Data Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mencatat total lahan sawah terdampak banjir di wilayah tersebut mencapai 154 hektare. Dari jumlah itu, sekitar 50 hektare mengalami puso atau gagal panen total.
Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi pendapatan petani serta ketersediaan beras lokal. Pemerintah daerah mulai mengambil langkah untuk meminimalkan dampak lanjutan.
Pemerintah Kabupaten Lebak kini berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten. Koordinasi dilakukan untuk mengajukan bantuan benih padi pengganti bagi petani terdampak banjir.
Editor : Imam Rachmawan