get app
inews
Aa Text
Read Next : Bocah 5 Tahun Tewas Akibat Kayu Terbawa Ombak di Pantai Carita

BPBD Lebak: 246 Kejadian Bencana Alam Terjadi Sepanjang 2025

Rabu, 07 Januari 2026 | 14:05 WIB
header img
Rumah warga Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak, Banten roboh akibat bencana pergerakan tanah. (Ist)

LEBAK, iNewsLebak.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 246 kejadian bencana alam terjadi sepanjang tahun 2025. Data tersebut dihimpun Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Lebak.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan dampak kerugian akibat bencana tersebut hingga kini masih dalam proses pendataan. Ia menyebut laporan kerusakan dan korban masih terus diperbarui.

"Kerugian akibat bencana alam itu hingga kini masih dalam pendataan," kata Sukanta dalam keterangannya di Lebak, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, bencana alam yang terjadi menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan. Tercatat 177 rumah rusak ringan, 73 rumah rusak sedang, dan 116 rumah mengalami kerusakan berat.

Selain kerusakan bangunan, bencana juga berdampak pada permukiman warga. Sebanyak 1.149 rumah dilaporkan terendam banjir dengan total warga terdampak mencapai 4.958 jiwa.

Dalam catatan BPBD, tiga orang meninggal dunia akibat rangkaian bencana tersebut. Pemerintah daerah terus berupaya menekan risiko korban jiwa melalui langkah antisipasi.

"Kami minta warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan jika cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat dan sangat lebat, disertai angin kencang, dan sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman," ujar Sukanta.

Menurutnya, Kabupaten Lebak termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi karakter geografis berupa pegunungan, perbukitan, aliran sungai, hingga kawasan pesisir pantai.

Jenis bencana yang kerap terjadi di Lebak meliputi banjir, longsor, pergerakan tanah, pohon tumbang, dan gelombang tinggi. Karena itu, kewaspadaan masyarakat dan kesiapan pemerintah menjadi faktor penting.

BPBD Lebak telah mengoptimalkan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak dan risiko kebencanaan.

Untuk mendukung penanganan darurat, BPBD mendirikan posko utama serta menyiapkan peralatan evakuasi dan logistik. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan.

"Kami selalu berkoordinasi dengan instansi lain untuk penanganan pascabencana untuk memberikan pelayanan dasar agar tidak menimbulkan korban banyak dan kerawanan pangan," kata Sukanta.

 

Editor : Imam Rachmawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut