Cuaca Ekstrem Melanda Lebak, Kerusakan Rumah Warga Terus Bertambah
LEBAK, iNewsLebak.id - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan ratusan rumah warga di Kabupaten Lebak, Banten, mengalami kerusakan. Salah satu kerusakan terparah terjadi di Kampung Cipetir, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, akibat longsor yang dipicu intensitas hujan tinggi.
Rumah milik seorang warga bernama Samaya dilaporkan rusak berat setelah material longsoran menghantam bangunan. Longsor tersebut juga menutup akses jalan gang menuju permukiman warga sehingga aktivitas masyarakat setempat sempat terganggu.
Selain di Kecamatan Bayah, dampak cuaca ekstrem juga terjadi di wilayah lain. Di Kampung Cibenyer, Desa Parakan Beusi, Kecamatan Bojong Manik, Tembok Penahan Tanah (TPT) dilaporkan ambruk dan menimbulkan kepanikan warga sekitar.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, menyebutkan bahwa sepanjang Januari 2026 pihaknya mencatat sembilan rumah mengalami kerusakan. Rinciannya terdiri dari lima rumah rusak sedang dan empat rumah rusak berat.
“Sedangkan pada bulan Desember 2025 lalu, tercatat sebanyak 155 rumah rusak yang tersebar di 71 desa dan 110 lokasi terdampak di Kabupaten Lebak,” ujar Sukanta saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (05/01/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan rumah yang terjadi pada Desember disebabkan oleh berbagai bencana hidrometeorologi. Di antaranya tanah longsor, pergerakan tanah, serta rumah tertimpa pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi sepanjang Januari 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh Siklon 93 yang berdampak pada peningkatan intensitas hujan dan angin di wilayah Banten.
BPBD Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Imbauan terutama ditujukan bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah.
“Jika hujan deras berlangsung lama, kami minta warga segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan melaporkan potensi bencana ke aparat setempat,” pungkas Sukanta.
Selain imbauan, BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako kepada warga terdampak. Sejumlah warga juga dievakuasi sementara ke lokasi yang lebih aman guna mengantisipasi potensi bencana lanjutan.
Editor : Imam Rachmawan